Sabtu, 27 Agustus 2011

"Travelling" ke Neraka Yuk

Segala Puji Bagi Allah, Rabb Semesta alam. Shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Para pembaca yang dirahmati Allah SWT, kita yakin bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara saja dan akhirat adalah alam kehidupan yang sebenarnya dan kekal. Kadang kita sangat terlena dengan kehidupan dunia yang kesenangannya hanya tipuan (lihat QS. Al-Hadid: 20). Ingat kehidupan yang kekal itu adalah akhirat, hanya ada Surga dan Neraka. Tinggal kita mau milih yang mana? It’s simple…Kita sudah tahu konsekuensinya.

Mari kita menaungi Nerakanya Allah, kita lihat ada makanan dan minuman apa saja, sepanas apakah apinya, pakaian apa yang dipakai, seluas dan sebesar apa neraka itu, suasananya seperti apa, dan lain sebagainya.

Kedalaman yang Menakutkan
Neraka menyediakan “kavling” yang begitu luas untuk kita jika malas mengerjakan shalat dan banyak maksiat kepada Allah SWT. Disamping sangat luas, makhluk yang satu ini sangat-sangat dalam dan sangat cukup sekali untuk kita serta siapapun yang enggan atau malas mentaati Allah SWT. Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan seperti ini:
“Suatu ketika kami duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba terdengarlah sebuah dentuman yang keras. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: ‘Apakah kalian mengetahui apa ini?’ Kami menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya tentu lebih mengetahui.’ Beliau lalu menjawab: ‘Ini adalah sebuah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun, dan baru sekarang ia sampai ke neraka.’”(HR. Muslim)

Terbayangkan bagaimana dalamnya? Laut yang paling dalam saja tidak menghabiskan waktu bulanan untuk mencapainya bahkan hanya hitungan jam. Nah neraka ini puluhan tahun untuk mencapainya. Pikirkan sendiri dalamnya sedalam apa.

Butuh Sejumlah Besar Makhluk untuk Membawanya
Sekali lagi, neraka itu teramat luas. Meski seluruh alam semesta ini durhaka kepada Allah, kemudian semuanya dimasukkan kedalam neraka, maka neraka akan selalu menyediakan tempat untuk mereka. Dan salah satu gambaran yang menunjukkan hal itu adalah bahwa untuk menghadirkannya pada Hari Kiamat dibutuhkan sejumlah banyak malaikat yang sangat keras dan kuat. Malaikat-malaikat yang tidak diketahui kekuatannya kecuali Allah saja.

Dan didatangkanlah Jahannam pada hari itu dengan 70.000 tali penarik. Pada setiap penarik itu ada 70.000 malaikat yang menariknya.” (HR. Muslim)

Jadi untuk menariknya dibutuhkan malaikat sejumlah 70.000 x 70.000, atau sama dengan 4.900.000.000 (empat miliar Sembilan ratus juta) malaikat. Kebayang sebesar apa? Jadi tenang aja kalau kita masih maksiat, nggak akan kepenuhan.

Udara Jahannam yang Penuh Racun
Kedahsyatan Jahannam semakin lengkap dengan situasi udara yang menakutkan. Angin yang berhembus dengan sangat panasnya. Cuaca panas yang belum pernah terjadi kapan dan dimanapun. Intinya kita tidak akan menemukan kenyamanan di seluruh pelosok Jahannam. Allah berfirman: “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (QS. Al-Waqi’ah: 41-44)

Tidak Menyisakan Apapun
Daya siksa neraka sedemikian hebatnya sehingga tak menyisakan apapun. Ia memakan apa saja, menghancurkan apa saja. Tidak ada yang tersisa. Membakar seluruh kulit hingga ke tulang-tulang, lalu menghancurkan isi perut kemudian melelehkan hingga ke bawah kaki.

Aku akan memasukannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.” (QS. Al-Muddatsir: 26-29)

Hanya 1/70 Api Dunia
Pernahkah kita terpecik api? Minyak goring panas? Atau korban kebakaran? Sudah pasti panas. Tapi ternyata jika seluruh panas api di dunia ini dikumpulkan, itu hanya  1/70 panas api neraka yang sesungguhnya. Atau dengan kata lain, panas api neraka itu 70 kali lipat lebih dahsyat dibandingkan api dunia ini.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: ‘Api kalian ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian api neraka Jahannam.’ Lalu para sahabat mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, andai api neraka itu sama dengan api dunia, maka itu sudah cukup.’ Nabi berkata: ‘Neraka itu dilebihkan atas (api dunia) dengan 69 kali lipat, yang setiap bagiannya (memiliki) panas yang sama dengan panasnya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Fisik Penghuni Neraka yang Diperbesar
Tahukah kenapa tubuh penghuni neraka diperbesar? Agar siksaan terasa secara detail dan maksimal setiap jengkalnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan tentang pundak para penghuni neraka: “Jarak antara kedua pundak orang kafir dalam neraka itu sama dengan jarak perjalanan 3 hari bagi orang yang menggunakan kendaraan cepat.” (HR. Muslim)


Tidak hanya itu, keajaiban neraka lainnya adalah betapa besar gigi geraham dan ketebalan kulit para penghuni neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan: “Sesungguhnya ketebalan kulit orang kafir itu adalah 42 hasta, dan gigi gerahamnya sebesar gunung Uhud. Dan sungguh tempat duduknya dari Jahannam (sama dengan) jarak antara Mekkah dan Madinah.” (HR. Al-Tirmidzi)

Makanan dan Minuman yang Mengerikan
Jika penghuni surga menikmati makanan dan minuman yang lezatnya tak terbayangkan, maka penghuni neraka ‘juga’ menikmati makanan dan minuman yang rasanya tak terkatakan. Makanan yang terkenal adalah dhari’. Ia semacam makanan berduri yang tidak ada manfaatnya, tidak ada kelezatan, dan memakannya tidak lebih dari sebentuk siksaan dari Allah untuk ahli neraka. Allah Ta’ala berfirman tentangnya:
Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari dhari’. (ia) tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan rasa lapar.” (QS. Al-Ghasyiyah: 6-7)

Lalu makanan lain ahli neraka adalah Zaqqum. Ini adalah makanan yang diambil dari pohon yang keji. Akarnya terhujam masuk kedalam liang neraka. Pemandangannya sangat buruk seperti kepala-kepala setan. Namun meski dengan semua keburukan itu, karena para penghuni neraka telah diserang oleh rasa lapar yang demikian hebat sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain memakannya. Benar-benar hanya untuk mengganjal perut dalam arti sebenarnya. Dan jika perut mereka telah dipenuhi dengannya, maka ia pun mendidih di dalam perut mereka. Para pemakannya akan merasa sakit luar biasa, hingga mereka buru-buru untuk meneguk hamim; air panas yang didihnya benar-benar puncak. Mereka meminumnya seperti unta kehausan, hingga tiba-tiba usus dan isi perut mereka terpotong-potong dan terburai.

Kengerian itu dilukiskan di dalam Surah Al-Dukhan ayat 43-46, ”Sesungguhnya pohon Zaqqum itu,  makanan bagi orang-orang yang banyak dosa. Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.

Dalam Surah As-Saffat ayat 62-68 juga digambarkan: “Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon Zaqqum. Sungguh, Kami menjadikannya (pohon Zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari neraka Jahim, mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang panas. Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.

Lalu kengerian ini semakin bertambah jika kita membaca penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang benda bernama Zaqqum ini. Beliau mengatakan: “Seandainya setetes Zaqqum itu diteteskan ke dunia, niscaya ia akan merusak kehidupan para penghuni bumi ini. Lalu bagaimana gerangan dengan orang yang memakannya?.” (Shahih al-Jami’,no.5250)

Bayangkanlah jika setetes Zaqqum jatuh ke bumi ini, dan ternyata dapat membinasakan dunia, beserta isinya. Bagaimana jika setetes itu masuk ke dalam perut kita, dan bagaimana pula jika satu buah Zaqqum?
Bukan hanya yang disebutkan tadi diatas, masih ada variasi menu-menu yang akan dihidangkan oleh neraka. Ghislin dan Ghassaq, kedua jenis makanan ini konon berasal dari cairan darah dan nanah yang mengalir dari kulit-kulit penghuni neraka. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa Ghislin dan Ghassaq ini adalah cairan busuk yang mengalir dari kemaluan para wanita pezina yang menghuni neraka dan dari nanah daging kulit para kafir penghuni neraka.

Allah berfirman: “Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. “ (QS. Al-Haqqah: 35-37)

Kemudian dalam ayat lain, Allah menyatakan: “Inilah (azab mereka), biarlah mereka merasakannya (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa ini berbagai macam. “ (QS. Shad: 57-58)

Nah sekarang tentang minumannya, selain hamim (seperti yang sudah dijelaskan diatas) adalah air nanah. Allah mengatakan: “Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat. “ (QS. Ibrahim: 16-17)

Pakaian dari Api
Makanan busuk, minuman panas mendidih, cuaca mengerikan sepanjang waktu. Tapi itu semua belum cukup untuk para penghuni neraka, mereka akan diberikan pakaian yang terbuat dari api yang menyala. Seperti apa modelnya? Hanya Allah yang tahu. Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 19, “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sangat mendidih diatas kepala mereka.

Tidak hanya dari api, pakaian lain yang ada di neraka adalah yang terbuat dari cairan aspal yang dilelehkan. Allah berfirman: “Dan pada hari itu engkau akan melihat orang-orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu. Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka.” (QS. Ibrahim: 49-50)

Jadi setelah membaca pemaparan diatas, apakah kita sudah siap-siap mengunjungi neraka? Jika belum siap, maka bersiap-siaplah mengunjungi Surga dengan cara taat kepada Allah SWT. InsyaAllah kita semua akan berkumpul kembali di Surga. Sampai ketemu di Surga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar